Desain Arsitektur Dummies

Dummies ArchitectureBerkaitan dengan usaha jasa Arsitektur dan Kontrator yang kami jalankan, bulan july lalu kami mendapatkan sebuah telepon dari calon client yang meminta kami untuk membangunkan sebuah rumah. Setelah di sepakati hari dan waktunya, kami datang ke kediaman beliau untuk melakukan pertemuan, sekaligus konsultasi.

Disana kami di suguhkan sebuah gambar Arsitektur, yang menurut beliau dipesan dari sebuah jasa Arsitektur Perencana yang dikenal beliau dari internet dengan biaya sekian rupiah per meter persegi terbangun.

Berdasarkan gambar tersebut, kami diminta untuk mengajukan biaya pembangunan (RAB). Kami membawa gambar tersebut lalu melakukan perhitungan-perhitungan volume, bahan dan tenaga. Beberapa hari kemudian, kami datang kembali dengan RAB hasil perhitungan kami

Setelah sedikit menjelaskan perhitungan RAB yang kami ajukan, beliau meminta waktu untuk mengecek ulang RAB kami dan akan mengabari hasilnya beberapa hari kemudian.

Kesalah-pahaman

Setelah beberapa hari kami tidak juga mendapatkan kabar, kami mencoba untuk menelepon beliau untuk mendapatkan konfirmasi. Kami sangat kaget dengan konfirmasi dari beliau, katanya beliau memang sengaja enggan menghubungi kami kembali karena menurut beliau perhitungan volume dalam RAB kami ngawur dan tidak sesuai dengan perhitungan volume yang disertakan oleh sang arsitektur perencana, serta harga satuan kami jauh diatas harga satuan RAB dari arsitektur itu pula.

Setelah berkomunikasi, akhirnya beliau bersedia untuk menemui kami lagi, sekedar untuk membandingkan perhitungan-perhitungan kami dengan perencanaan beliau.

Sebenarnya bagi kami, itu hanyalah untuk mengobati rasa penasaran kami, karena perhitungan volume memang kami lakukan dengan sangat hati-hati, serta harga satuan yang kami cantumkan memang sesuai dengan harga bahan dan tenaga yang kami bayarkan kepada pemasok kami.

Perhitungan yang hati-hati

Setelah perhitungan kami lakukan ulang di depan beliau, didapat volume yang sesuai dengan perhitungan kami. Saat itu sebagai sample kami menghitung hal yang paling mudah,volume tembok. Setelah kami telusuri lebih lanjut bersama dengan beliau, kami dapati beberapa ketidakkonsistenan perhitungan volume, hal seperti ini sering terjadi karena proses copy-paste yang kurang cermat. Dan harga satuan yang tercantum di sana, menurut prediksi kami adalah harga satuan dari kisaran tahun 2008. Ya Tuhan, itu harga bertahun-tahun yang lalu. Pantas saja harga terkini kami terlihat sangat mahal

Setelah kami menjelaskan semua, kami mohon pamit, dengan tipis harapan kalau beliau masih mempertimbangkan kami sebagai kontraktor pelaksana, tetapi minimal kami sudah puas, dapat menjelaskan perhitungan yang memang kami lakukan dengan sangat hati-hati dan apa adanya

Seminggu berlalu, kami dihubungi kembali oleh beliau, kali ini beliau meminta kami untuk membantu mengecek kesesuaian gambar dengan kondisi tanah yang akan di bangun di lapangan. Dari telepon kami menanyakan, apakah sang Arsitek Perencana sudah melakukan pengukuran fisik dilapangan. Beliau bilang belum. Kami hanya geleng-geleng kepala

Didalam benak kami, kami hanya mengagumi kehebatan sang Arsitek Perencana yang dapat membuat sebuah gambar perencanaan pembangunan beserta RAB tanpa melakukan pengukuran lapangan.

Dari 2009 kami berkecimpung di dunia rancang bangun dan kontraktor, namun kenyataannya tujuh tahun pengalaman kami belum menjadikan kami semumpuni itu. Untuk membuat sebuah perencanaan, kami masih harus turun ke lapangan untuk melakukan detail pengukuran fisik.

Bahkan sampai sekarang kami masih sangat takut untuk melakukan proses copy-paste dalam perhitungan RAB kami. Menyadarkan kami kalau ternyata kami memang masih harus senantiasa belajar dan belajar serta berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam mengemban kepercayaan dan amanah dari client-client kami

Hari H yang kami sepakati dengan beliau untuk melakukan cek ukuran desain pun datang. Setelah pengukuran yang kami lakukan secermat dan sehati-hati mungkin, kami menyimpulkan bahwa gambar tersebut harus direvisi untuk dapat di bangun di lahan itu.

Titik-titk footplat yang harus digeser untuk menyesuaikan ukuran, sampai perubahan ukuran ruang yang secara keseluruhan pastinya akan merubah sususan floor-plan

Pelajaran yang di dapat

Intinya yang ingin kami sampaikan disini adalah, jangan terjebak dengan iming-iming gambar arsitektur yang ditawarkan dengan harga yang tidak biasa atau terlalu murah.

Membeli barang murah, atau menawar itu tidak ada salahnya, hanya pastikan anda mendapatkan apa yang anda bayar.

Pastikan proses dan penawarannya sesuai dengan logika

Jangan sampai ibarat ingin membeli handphone murah, malah mendapat handphone dummies, alias hanya casing saja.

Casing mainan, seberapapun indahnya, seperti yang sering didisplay di counter maupun di carrefour (maaf menyebut merk supermarket) – Tetap tidak dapat digunakan selayaknya handphone bukan?

Be Wise

Salam hangat

 

Team Karia Design

Arsitek & Kontraktor

Comments for this post are closed.