Salah Kaprah Asumsi Harga Bangunan Per m2

perencanaan arsitekturBanyak asumsi sederhana yang berkembang di masyarakat mengenai harga per m2 bangunan di semarang. Ada yang beranggapan bahwa asumsi harga per m2 bangunan di semarang adalah maksimal Rp. 4.000.000,-/m2. Bahkan dibeberapa lokasi ada yang berasumsi dengan harga Rp. 3.200.000,-/m2 atau 3.800.000,-/m2

Hal ini tentunya tidak sepenuhnya benar dan dapat menjadi kebimbangan dalam menentukan persepsi. Mari kembali ke logika berpikir kita dari sisi perhitungan matematika sederhana.

Nilai per m2 tersebut didapat dari total biaya pembangunan sebuah bangunan dibagi dengan luasan bangunan itu sendiri.

Rumusnya :

Asumsi Harga Bangunan per m2 = Total Anggaran Biaya Pembangunan / Luas Bangunan

 

* Sebagai contoh, bilamana sebuah bangunan seluas 225 m2 dibangun dengan total biaya Rp. 607.525,400,-, maka :

Asumsi Harga Bangunan per m2 = 607,525,400 / 225

Dari Perhitungan tersebut maka di dapat Asumsi Harga Bangunan per m2 adalah: Rp. 2.700.112,89/m2

Namun hal ini tidak dapat dijadikan acuan yang dapat digeneralisir atau disamaratakan untuk semua jenis dan bentuk bangunan, Mengapa? Simak penjelasannya di bawan ini.

Luas Banguanan Sebagai Faktor Pembagi

Mari gunakan kembali logika perhitungan matematika setelah memahami rumus mendapatkan asumsi per m2 bangunan di atas.

Sebagai contoh pembanding sederhana, anda memiliki 2 buah kotak kardus. Mari kita sebut kardus yang pertama adalah kardus A dan kardus yang kedua adalah kardus B. Kardus-kardus tersebut memiliki ukuran seperti gambar berikut :

kardus

Sebelumnya kita hitung luas alas kardus tersebut yaitu :

Luas Alas Kardus A = pxl = 1.5m x 1.5m = 2.25 m2
Luas Alas Kardus B = pxl = 3m x 3m = 9 m2

Kedua kardus tersebut akan kita masukkan barang-barang yang sama dengan daftar rincian harga masing-masing barang sebagai berikut :

Pelapis Alas kardus = Rp. 15.000/m2
Pelapis Dinding Kardus = Rp. 5.000/m2
1 buah Cangkir Porselen = Rp. 60.000*
2 buah Gelas = Rp. 12.000 / pcs*

Note: Cangkir porselen dan gelas mewakili unsur material finishing yang dimasukkan di dalam bangunan

Maka bila diterapkan pada kardus-kardus tersebut :

Kardus A:
Pelapis Alas Kardus = (p x l) x 15.000 = (1.5 x 1.5) x 15.000 = Rp. 33.750,- ……… (1)
Pelapis Dinding Kardus = ((2 x (p + l) x t)) x 5.000 = ((2 x (1.5+1.5)) x 3 ) x 5.000Rp. 45.000,- …(2)
1 buah Cangkir Porselen = Rp. 60.000,-
2 buah Gelas = 2 x 12.000 = Rp. 24.000,-
Total = Rp. 162.750,-

Kardus B:
Pelapis Alas Kardus = (p x l) x 15.000 = (3 x 3) x 15.000 = Rp. 135.000,- ……… (1)
Pelapis Dinding Kardus = ((2 x (p + l) x t)) x 5.000 = ((2 x (3+3)) x 4 ) x 5.000 = Rp. 240.000,- …(2)
1 buah Cangkir Porselen = Rp. 60.000,-
2 buah Gelas = 2 x 12.000 = Rp. 24.000,-
Total = Rp. 459.000,-

Note:
(1) Harga pelapis alas kardus = Luas Alas Kardus x Harga satuan pelapis Alas Kardus
(2) Harga pelapis dinding kardus = Luas dinding kardus x harga satuan pelapis Dinding Kardus

Maka bila kita bandingkan terhadap luas alas kardus, maka didapat asumsi per m2 sebagai berikut :

Kardus A

Harga Per m2 Kardus A = Rp. 162.750 / 2,25 = Rp. 72.333,–

Kardus B

Harga Per m2 kardus B = Rp. 459.000 / 9 = Rp. 51.000,–

Terlihat bahwa perbedaan asumsi per m2 dari kedua kardus tersebut terlihat berbeda berdasarkan tiap luasannya.

Harga per m2 dari bangunan yang lebih SEMPIT ternyata lebih MAHAL daripada bangunan yang lebih luas

Dapat kita anggap konsep luas alas kardus tersebut adalah konsep luas bangunan.

Maka konsep asumsi per m2 bangunan sekali lagi tidak dapat menjadi acuan. Karena luas yang LEBIH SEMPIT akan menghasilkan angka asumsi HARGA PER m2 YANG LEBIH MAHAL.

Kesimpulan

Artikel di atas dapat menjelaskan dan merubah pemikiran anda mengenai asumsi harga per m2 bangunan yang selama ini berkembang di masyarakat.

Karena salah kaprah tersebut yang menjadi salah satu alasan kekecewaan karena bangunan-bangunan dengan kualitas buruk, kasus-kasus runtuhnya bangunan, dan terbentuknya anggapan miring terhadap kontraktor.

Sudah seharusnya kita sebagai masyarakat lebih memahami dan lebih pintar dalam melihat serta menghindari keadaan-keadaan yang dapat merugikan kita pada saat prosesnya bukan setelah mendapatkan hasilnya.

 

Salam
Team Karia Design

Untuk mengetahui perhitungan RAB termasuk perencanaan desain dan pembiayaan bangunan anda, baik bangun baru maupun Renovasi, silahkan menghubungi kami disini

Comments for this post are closed.